Sunday, 01 August 2010
Main Menu
Beranda
Tematik Maritim
Hukum Maritim Indonesia
Peta Maritim
Support Program
Contact Us
Masalah Maritim
Administrator
Beranda
 

Beranda
Penataan RUANG NASIONAL PDF Print E-mail
Written by Ikhsan Prabowo   
Wednesday, 24 February 2010

Menurut UU 26 tahun 2007, Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang Udara, termasuk di dalamnya sebagai satu-kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidup.sedangkan penataan Ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tataruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang.

Dalam proses perkembangannya diaturlah tingkatan penataan ruang dari Tataruang Nasional, Pulau, Propinsi, sampai dengan Tataruang Kabupaten/kota. Tingkat penyajian masing-masing tataruang berbeda-beda.

Anehnya, penataan ruang yang dilakukan saat ini didominasi atas keinginan. Selain itu perencanaan masih terkotak-kotak kedalam satuan administrasi, Alasan klasik yang di perdengungkan adalah karena pelaksana dari aturan ini adalah pemerintah yang dibagi berdasarkan administrasinya. Padahal melihat pengertian Ruang diatas, Tatruang dibuat haruslah berdasar satu-kesatuan wilayah tempat manusia dan mahluk lain hidup atau yang sering disebut adalah Ekosistem. Bicara ekosistem adalah bicara wilayah berdasarkan kondisi Lingkungan (satuan Alam).

Karena berdasarkan keinginan ini pulalalah penataan ruang hanya didominasi sector darat. Harap diingat wahai para pemegang kekuasaan, wilayah laut yang diperjuangkan bangsa Indonesia (dimulai dari Deklarasi Juanda 1958)  telah diakui sebagai wilayah Nasional yang berakibat luas wilayah yang tadinya 1.9 juta km2 menjadi 5.8juta km2, atau 2/3 wilayah adalah laut. Sebagai Negara laut, semangat menataruang pun harus berlandaskan kondisi geografis. Jangan lah kita meniru Negara barat yang bukan Negara laut  untuk dijadikan kiblat dalam pembuatan Undang-undang penataan ruang, itu suatu pembodohan Jatidiri Bangsa. Sungguh merugi  bangsa ini yang tidak dapat menggunakan akalnya dan mensyukuri nikmat ALLAH ini.

Penataan ruang Indonesia seharusnya berbasiskan semangat Kemaritiman. Pola ruang haruslah mengikuti karakteristik sumber daya berbasis kepulauan dengan alur demand and supply yang saling mendukung dengan memperhatikan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) ditiap pulau. Struktur ruang nasional haruslah yang mendukung kegiatan arus laut dan darat. Kota-kota pelabuhan harus dihubungkan dalam satu konsep koridor berbasis komoditas.

Secara hirarki, penataan ruang Indonesia dapat dikelompokkan dari Tataruang Nasional, Tatruang Gugusan Laut (bukan TR Pulau, konsep yang memisahkan), TR Propinsi, TR Kabupaten/Kota.

Undang-undang bukanlah kitab suci yang tidak dapat dirubah, namun lakukanlah sinergitas demi Kemajuan Bangsa dan Masyarakat Indonesia yang sejatinya adalah Masyarakat MARITIM.

 

Last Updated ( Wednesday, 24 February 2010 )
 
Nelayan oh Nelayan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 04 September 2009

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di Dunia. Negeri ini memiliki bentang Laut wilayah 70% dibanding dengan luas daratan yg hanya 30%. Sejatinya, Bangsa indonesia adalah masyarakat bahari. Sebelum penjajahan belanda, Indonesia terkotak-kotak kedalam kerajaan-kerajaan kecil. Di antara sekian banyak kerajaan kecil itu, terdapat kerajaan besar berbasis maritim di Tanah air yang mampu untuk menyatukannya yaitu Sriwijaya dan Majapahit. Kerajaan ini menurut berbagai pakar sejarah cukup disegani di kawasan Asia Tenggara...

Dimanakah sisa-sisa peninggalan kerajaan maritim di Indonesia....? Sisa peninggalan apa yang patut untuk dibanggakan..? Apakah dengan catatan sejarah tersebut kita sudah cukup berbangga diri...? Namun dengan flashback sejarah bangsa, terdapat satu pesan Nenek moyang Kita terhadap anak cucunya yaitu:  kalo bangsa ini menginginkan maju dan disegani maka KUASAILAH LAUT DAN BUDAYAKAN MARITIM NYA..!

Sudah cukupkah modal kita untuk menguasai laut sendiri..? Sebelum beranjak kesana, marilah kita analisa salah satu elemen bangsa yang dengan setia memanfaatkan dan mengolah laut kita, yaitu nelayan. Bagaimanakah nasib nelayan kita...? Apakah sudah terpikirkan oleh para pemimpin bangsa ini...? ataukah para pemimpin kita tunduk-tertindas pada kekuatan pemodal dan sangat tergantung pada utang luar negeri dan dana-dana asing yang makin menidas nelayan...?

Nelayan masih diidentikan dengan kawasan kumuh, terpinggirkan, dan bodoh. Akankah tidak ada pengharapan kepada mereka...? Sudahkah kita merasakan kesulitan-kesulitan mereka.? Manakala cuaca lagi tidak bersahabat sampai berhari-hari, nelayan tidak melaut. Begitu pula ketika harga solar yang mahal menyebabkan mereka kesulitan untuk menentukan waktu penangkapan ikan di Laut. Selain itu, keterbatasan kapal nelayan yang seadanya menyebabkan mereka tidak bisa berlayar lebih jauh. Nelayan kita dengan modal terbatas hanya dibolehkan menguasai tidak lebih dari 12 mil laut. Sedangkan para kapal ikan asing/kapal milik orang asing dengan bebas menangkap ikan di lautan lepas. Bahkan mereka melakukannya dengan kecenderungan Ilegal Fishing. Kredit-kredit mikro usaha rakyat yang digadang-gadang oleh pemerintah hanya mampu untuk menyambung hidup para nelayan dan tidak untuk meningkatkan taraf hidup nelayan.

Kerusakan lingkungan laut saat ini seakan-akan ditimpakan kepada para nelayan. Sudahkah nelayan dibimbing dan dilibatkan dalam menjaga wilayah-wilayah laut kita. Ataukah mereka dianggap orang lain dalam pengelolaan taman nasional laut yang berada di wilayahnya sendiri..? Sudahkah mereka diajak untuk aktif menjaga dan mengawasi lingkungannya...? Sudah berfungsikah organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI)? 

Nelayan oh nelayan.. 

Nelayan kita berawal dari miskin dan tetap makin miskin....

By : Ikhsan Prabowo

Last Updated ( Monday, 07 September 2009 )
 
Selayang Pandang PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 02 July 2008

    Web ini menunjukkan bagaimana studi Teknologi Informasi dapat dipadukan dengan studi kartografi dalam bidang kemaritiman. Studi teknologi informasi sebagai media dalam menampilkan informasi data spasial, sedangkan kartografi berperan untuk mengurangi kompleksitas permasalahan representasi data dengan pemetaan yang akurat pada bidang spasial.

    Web kemaritiman Indonesia dirancang dengan basis Content Management System (CMS), mengingat banyaknya data yang akan ditampilkan baik dalam bentuk infotmasi spasial kemaritiman maupun bukan. Selain itu, kemudahan dalam pembuatan dan pengaturan data base dalam CMS digunakan sebagai alasan penggunaan CMS yang berbasis joomla sebagai webserver.

    Pembangunan web, selain menggunakan CMS sebagai web servernya, juga menggunakan web mapping ALOV MAP berbasis java. Kompleksitas layout yang sederhana namun tidak mengurangi esensi dari informasi spasialnya merupakan keunggulan program ini. Selain itu, kecepatan akses (upload) data terbilang sangat baik dikarenakan basis pemetaanya adalah vector data.

    Fasilitas yang ada dalam web kemaritiman ini, di buat sesuai dengan kebutuhan informasi yang mendukung. Anda dapat melakukan pertautan web (link) kepada berbagai institusi yang berwenang di bidang maritime. Kritik dan saran anda yang membangun sangat saya butuhkan demi perkembangan kemaritiman dan studi kartografi untuk web site ini.

 Wink

Last Updated ( Friday, 22 August 2008 )
 

Jajak Pendapat
Menurut Anda, bagaimana bentuk dan isi web site ini?
 
Program Prioritas Apa yang mendesak untuk diLaksanakan Pemerintah dalam memajukan Maritim kita?
 
Waktu Sekarang
Shout Box
You need at least one entry in your shoutbox! Just type in a message now and reload, then you should be fine.

Smilies?
 
   
© 2010 www.kemaritiman-indonesia.com
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.